Seragam

Kaos atau yang biasa di sebut Tess atau T-Shirt, di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan kaos oblong, dengan lengan panjang (long sleeve) atau lengan pendek (short sleeve), tidak memiliki kancing atau kerah. Cocok digunakan untuk sehari-hari, sangat flesibel, santai dan tentunya dapat menunjang penampilan fashion anda. Bahan yang paling sering digunakan adalah bahan cotton combed 30s, disebabkan bahan jenis ini cukup populer, karena memiliki teksture yang halus, tipis, ringan, sehingga lebih nyaman dan tentunya tidak menimbulkan panas di badan. Selain dari jenis bahan katun, ada lagi bahan jenis polyester. Kaos Memiliki 2 jenis model pada leher, yaitu O Neck dan V Neck. Pakaian ini cocok di gunakan untuk pria maupun wanita, dari berbagai usia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Kaos Pada Awalnya digunakan sebagai pakaian dalam tentara Inggris dan Amerika. Pada saat itu kaos berbahan tipis, ketat di badan, belum memiliki variasai ukuran maupun model, dan tanpa memiliki corak desain apapun. Tentara tersebut, menggunakannya pada saat cuaca panas, atau pada aktivitas yang tidak menggunakan seragam. Dari sinilah kepopulerannya mulai merambah pada masyarakat umum. Hingga pada akhirnya, di kenal sangat luas oleh masyarakat Indonesia.

Karena dianggap pakaian yang cukup simple, murah, dan nyaman, kaos yang dulunya hanya di pakai oleh pasukan tentara, kini mulai diminati masyarakat luas, termasuk juga di Indonesia. Di Indonesia, mulai mengenal kaos, sejak jaman belanda menduduki Indonesia. Namun tidak begitu saja keberadaannya di terima oleh masyarakat Indonesia, hingga pada tahun 90an, sebagai awal kejayaan kaos dimulai. Pada saat itu, bermunculan berbagai merek lokal yang cukup dikenal, antara lain C59, Dadadu, Dadung, Joger, dan diantara deretan merk tersebut, industri kaos yang dipengaruhi oleh gaya bermusik anak muda juga kian diminati. Hingga saat ini, ekspansi pada kaos terus dilakukan, sampai menjamurnya berbagai distro di tanah air, yang meiliki ciri khas masing-masing.